telusur.co.id -Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman memastikan akan memantau langsung pertandingan Persija Jakarta kontra Semen Padang FC pada pekan terakhir Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium, Sabtu (23/5) pukul 16.00 WIB.
Herdman mengaku sengaja memilih laga Persija untuk melihat secara langsung perkembangan sejumlah pemain yang masuk radar Timnas Indonesia. Salah satu nama yang secara khusus ingin dipantaunya adalah gelandang serang muda, Rayhan Hannan.
“Saya rasa saya akan menonton Persija. Saya akan menonton pertandingan itu,” ujar Herdman kepada awak media, di Stadion Madya, Jumat (22/5).
Ia menyebut kehadirannya di stadion menjadi bagian penting dalam proses pemantauan pemain menjelang agenda tim nasional berikutnya. Menurutnya, ada tantangan tersendiri ketika pemain harus tampil di bawah pengawasan langsung pelatih kepala timnas.
“Saya ingin memantau Hannan lebih dekat. Saya ingin melihatnya secara langsung, itu adalah langkah yang penting. Dia sudah mengambil beberapa langkah yang bagus, tetapi ketika pelatih kepala datang dan Anda tahu Anda sedang dipantau, apakah Anda masih bisa tampil bagus? Jadi, semoga saja, ya,” ungkapnya.
Selain Hannan, pelatih asal Inggris ini juga membuka peluang memantau beberapa pemain Persija lainnya. Namun, ia belum memastikan nama-nama yang masuk dalam pertimbangannya.
“Ada beberapa pemain lain di Persija yang menarik minat saya, siapa itu saya belum yakin,” ucapnya.
Di sisi lain, eks pelatih timnas Kanada tersebut membeberkan alasan mengapa dirinya tidak turut hadir menonton laga penentuan juara antara Persib dan Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di waktu yang sama.
Ia mengakui dirinya sudah cukup lama memantau pemain-pemain Maung Bandung. Karena itu, ia memilih tidak hadir di pertandingan Persib maupun laga Borneo FC demi menjaga netralitas dan menghindari tekanan tambahan kepada para pemain.
“Jadi itu penting. Saya pikir untuk Persib, situasinya sudah jelas. Saya sudah jelas memetakan para pemain di sana. Saya sudah jelas dengan para pemain yang tidak terpilih untuk window ini dan siapa saja yang masuk dalam pertimbangan untuk bulan Juli juga,” pungkas Herdman.
“Jadi, saya tahu ini adalah pertandingan besar bagi Persib, jadi tidak ada tekanan untuk mereka, dan saya juga tidak akan pergi ke Borneo untuk memberikan tekanan ekstra pada pemain mereka,” lanjutnya.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga menilai pekan terakhir Super League musim ini menjadi gambaran menarik tentang ketatnya persaingan sepak bola Indonesia. Menurutnya, fakta bahwa persaingan juara masih berlangsung hingga laga terakhir menunjukkan kualitas kompetisi yang semakin kompetitif.
“Saya akan bersikap netral dan membiarkan orang-orang ini bertarung di lapangan. Tapi bukankah ini sangat bagus untuk Indonesia, memiliki hari terakhir kompetisi di mana semuanya sangat menentukan?” kata Herdman.
“Saya pikir itu memberi tahu Anda betapa menariknya liga ini, dan betapa pentingnya liga ini untuk bangsa kita karena saya yakin, entah orang-orang adalah penggemar Persib, Borneo, atau bukan, mereka pasti akan menonton. Ini akan sangat fantastis.”
Herdman kemudian menutup komentarnya dengan nada santai sambil tertawa soal keputusannya memilih menyaksikan laga Persija secara langsung.
“Jadi, saya harus tetap netral, karena itu saya akan pergi menonton Persija,” tutupnya sambil tertawa.



