telusur.co.id -Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terus memperkuat diplomasi parlemen dengan Federasi Rusia melalui kerja sama konkret di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Salah satu tindak lanjut kerja sama tersebut adalah pemberian kesempatan beasiswa bagi pelajar Indonesia berprestasi untuk menempuh pendidikan di Moskow, Rusia.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan hal tersebut saat memimpin Sidang Paripurna Ke-2 Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Sultan menjelaskan, peluang beasiswa tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama Indonesia dan Rusia yang telah dibahas dalam pertemuan antarparlemen. Ia meminta 152 anggota DPD RI turut menjaring putra-putri terbaik dari daerah masing-masing untuk mendapatkan kesempatan pendidikan di Rusia.
“Kami sudah melaksanakan courtesy call sebagai tindak lanjut dari MoU. Pelajar Indonesia diberikan kesempatan beasiswa. Oleh karena itu, saya minta 152 anggota DPD RI bisa menjaring putra-putri terbaiknya untuk mendapatkan beasiswa sekolah di Moskow,” jelas Sultan.
Menurut Sultan, kerja sama pendidikan menjadi salah satu bentuk diplomasi yang memberikan manfaat langsung bagi generasi muda Indonesia sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Kerja sama tersebut tidak terlepas dari pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Peningkatan Hubungan Kerja Sama Parlemen antara DPD RI dan Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia. MoU tersebut ditandatangani Sultan Baktiar Najamudin bersama Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Ivanovna Matvienko pada 28 April 2026 sebagai pembaruan atas MoU tahun 2014.
Nota kesepahaman tersebut mencakup peningkatan dialog dan koordinasi bilateral maupun multilateral, pertukaran delegasi, pembentukan mekanisme kerja sama antarparlemen, serta sinergi dalam isu perdamaian, stabilitas, dan pembangunan global.
“Setelah lebih dari 76 tahun hubungan diplomatik, Indonesia dan Rusia memasuki fase baru menuju kemitraan strategis yang lebih erat,” ujar Sultan.
Ia menegaskan, kedua negara memiliki kesamaan visi dalam mendorong perdamaian, keadilan, tatanan dunia yang lebih multipolar, serta penyelesaian konflik secara damai, termasuk dalam merespons persoalan Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Ketua Pertama Komite Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan Dewan Federasi Rusia, Ilyas Magomed-Salamovich Umakhanov. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama Indonesia-Rusia, khususnya melalui diplomasi parlemen.
“Kehadiran Yang Mulia merupakan kehormatan bagi kami sekaligus momentum untuk memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia melalui diplomasi parlemen,” tegas Sultan.
Sementara itu, Ilyas Umakhanov menekankan pentingnya memastikan berbagai capaian kerja sama Indonesia-Rusia dapat diterjemahkan ke dalam program yang nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
“Yang penting adalah bagaimana statistik yang sangat mengesankan ini dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata dan inisiatif konkret demi keuntungan rakyat kedua negara,” ujarnya.
Sultan menambahkan, sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI berkepentingan memastikan kerja sama internasional tidak berhenti pada hubungan antarlembaga, tetapi mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat di daerah. Karena itu, kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan pembangunan perlu terus dikembangkan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara serta membuka ruang kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,” pungkasnya.



