Fraksi NasDem Evaluasi Ekonomi 2025, Soroti Manufaktur dan Agrikultur sebagai Kunci Pertumbuhan 2026 - Telusur

Fraksi NasDem Evaluasi Ekonomi 2025, Soroti Manufaktur dan Agrikultur sebagai Kunci Pertumbuhan 2026

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi NasDem, Fauzi H Amro dan Martin Manurung. Foto nasdem

telusur.co.id - Fraksi Partai NasDem menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Evaluasi Perekonomian 2025 dan Prospek 2026 di Ruang Fraksi Partai NasDem, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi gagasan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi NasDem, Fauzi H Amro, mengatakan FGD tersebut bertujuan mengevaluasi kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025 sekaligus memetakan arah kebijakan ekonomi pada 2026.

“Kami ingin melihat outlook ekonomi 2025, mengevaluasi pertumbuhan yang berada di kisaran 5,11 persen, dan menetapkan langkah-langkah strategis menuju 2026,” ujar Fauzi, Selasa (10/2/2026).

Menurut Fauzi, evaluasi fondasi pertumbuhan ekonomi penting dilakukan agar target ke depan lebih realistis dan berkualitas. Ia menekankan bahwa sektor manufaktur dan agrikultur masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi nasional, namun membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih serius dari pemerintah.

“Dalam beberapa diskusi kami, sektor manufaktur dan agrikultur adalah kontributor tertinggi pertumbuhan ekonomi. Dua sektor ini harus menjadi fokus, karena jika ditangani secara serius dengan intervensi kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hal yang mustahil,” katanya.

Fauzi juga menyoroti pentingnya penguatan kebijakan sejak awal tahun agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup dalam 11 bulan ke depan. Ia menilai konsistensi kebijakan sejak Januari hingga Februari sangat menentukan capaian ekonomi nasional sepanjang tahun berjalan.

Selain itu, Fauzi mengingatkan pentingnya disiplin fiskal, khususnya dari sisi pendapatan negara. Ia mencatat realisasi penerimaan pajak tahun sebelumnya yang hanya mencapai 86,7 persen telah berdampak pada pelebaran defisit anggaran.

“Kalau pola ini terulang di 2026, defisit bisa menembus batas 3 persen,” ujarnya.

Meski demikian, Fauzi mengapresiasi kinerja pemerintah di sektor lain. Ia menyebut realisasi cukai yang hampir mencapai 100 persen serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang melampaui target sebagai capaian positif.

“Ke depan, reformasi perpajakan dan pembenahan birokrasi internal harus benar-benar diperkuat agar kebutuhan pendapatan negara dapat terpenuhi tanpa mengganggu program pemerintah,” tegas legislator daerah pemilihan Sumatera Selatan tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fraksi NasDem yang melibatkan pemerintah secara aktif dalam diskusi kebijakan industri. Menurutnya, masukan dari fraksi-fraksi DPR merupakan bagian penting dalam proses penyusunan dan evaluasi kebijakan perindustrian nasional.

Faisol menyampaikan optimisme bahwa tahun 2026 dapat menjadi momentum penguatan industrialisasi Indonesia. Ia menilai saat ini tengah terjadi proses reindustrialisasi yang didorong oleh terbukanya peluang pasar ekspor baru serta pergeseran rantai pasok global.

“Dengan penguatan pasar ekspor dan kebijakan yang tepat, industri nasional akan semakin kompetitif dan berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi,” tandasnya. [ham]


Tinggalkan Komentar