telusur.co.id -Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, mengapresiasi keberhasilan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Jawa Timur dalam menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja asal Thailand yang diperkirakan bernilai sekitar Rp4,5 triliun.
Menurut Habib Syakur, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarlembaga penegak hukum mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman kejahatan narkotika yang semakin kompleks dan terorganisasi.
Ia menilai pengungkapan kasus tersebut menjadi kado istimewa bagi bangsa Indonesia dalam momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dan Hari Bhayangkara ke-80 karena menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga keselamatan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
"Keberhasilan ini merupakan kado besar bagi peringatan Hari Anti Narkotika Internasional sekaligus Hari Bhayangkara ke-80. Ini menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak pernah berhenti melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa," ujar Habib Syakur.
Ia mengatakan keberhasilan operasi gabungan tersebut patut menjadi motivasi bagi seluruh aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan koordinasi dalam menghadapi jaringan narkotika lintas negara yang terus mengembangkan berbagai modus operandi baru.
Habib Syakur juga menyoroti informasi mengenai dugaan rencana pengolahan ganja menjadi cairan rokok elektrik atau vape. Menurutnya, apabila modus tersebut benar digunakan oleh sindikat narkotika, hal itu menjadi peringatan bahwa pelaku terus mencari cara baru untuk menyasar kalangan muda dengan memanfaatkan tren yang berkembang.
"Karena itu, perang melawan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan. Edukasi kepada keluarga, sekolah, kampus, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki ketahanan terhadap pengaruh narkoba," katanya.
Selain memberikan apresiasi kepada aparat, Habib Syakur juga mendukung langkah BNN dalam menelusuri dan memburu para pelaku yang diduga menjadi pengendali jaringan narkotika internasional melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum di berbagai negara.
Ia berharap keberhasilan pengungkapan kasus tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memerangi peredaran narkotika melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparat, serta partisipasi aktif masyarakat.
"Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan ini membuktikan bahwa ketika BNN, Bea Cukai, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan bersinergi, negara mampu memberikan perlindungan nyata bagi rakyat. Semoga semangat Hari Anti Narkotika Internasional dan Hari Bhayangkara ke-80 semakin memperkuat tekad kita untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba," pungkas Habib Syakur.



