telusur.co.id - Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, dipastikan menjadi salah satu tumpuan tuan rumah dalam ajang Indonesia Open 2026 yang akan digelar pada 2–7 Juni di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Pemain yang akrab disapa Jojo itu mengaku memiliki motivasi besar untuk menorehkan prestasi terbaik, seiring ambisinya meraih gelar juara yang hingga kini belum pernah ia capai di turnamen bergengsi tersebut.
“Pasti ada rasa penasaran, karena di Indonesia Open saya belum pernah juara. Itu jadi salah satu target pribadi saya,” ujar Jonatan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Pemain peringkat lima dunia itu menilai Indonesia Open merupakan salah satu turnamen paling prestisius di kalender BWF World Tour Super 1000. Karena itu, ia bertekad tampil maksimal demi mewujudkan targetnya.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan mudah-mudahan bisa meraih gelar tahun ini,” tambahnya.
Namun, Jonatan menyadari jalan menuju podium juara tidak akan mudah. Ia menilai persaingan di sektor tunggal putra kini semakin ketat, dengan banyaknya pemain muda dari berbagai negara yang mulai mendominasi peringkat dunia.
Menurutnya, negara-negara yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan kini mampu menempatkan beberapa wakil di jajaran 10 hingga 15 besar dunia.
“Perkembangannya sangat pesat. Banyak pemain baru yang bermunculan dan langsung kompetitif,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti peran penting sport science dalam meningkatkan performa atlet, yang dinilai menjadi salah satu faktor utama di balik meningkatnya kualitas permainan para pemain dunia saat ini.
Meski demikian, Jonatan menegaskan bahwa kunci utama tetap berada pada kesiapan individu masing-masing pemain dalam menghadapi tekanan dan persaingan di lapangan.



