telusur.co.id - Meta Platforms dikabarkan menawarkan akses gratis sementara kepada chatbot AI pesaing untuk menggunakan layanan pesan WhatsApp di Eropa, sebelum nantinya menerapkan biaya setelah melewati batas tertentu.
Dilansir Reuters, Rabu (20/5/2026) Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tekanan regulasi dari Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi besar, termasuk Meta yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg, terkait persaingan di pasar kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Meta mengajukan proposal tersebut kepada regulator antimonopoli Uni Eropa setelah Komisi Eropa mempertimbangkan perintah yang mewajibkan perusahaan membuka akses WhatsApp kepada pesaing selama investigasi berlangsung.
Komisi Eropa sendiri belum memberikan keputusan final, namun menilai tawaran Meta masih perlu dibahas lebih lanjut untuk memastikan pasar AI tetap terbuka dan kompetitif.
Dalam proposal itu, Meta disebut akan tetap mengizinkan chatbot AI pesaing mengakses API WhatsApp Business secara gratis dalam periode awal. Namun, setelah mencapai batas jumlah pesan tertentu ke pengguna, perusahaan akan mulai mengenakan biaya penggunaan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi Meta dalam menyeimbangkan keterbukaan platform dengan model bisnis berbayar di sektor layanan AI.
Meski demikian, sejumlah pesaing kecil menilai tawaran tersebut belum cukup adil. Beberapa pengembang AI dari Amerika Serikat dan Prancis menyebut proposal Meta masih menyisakan masalah persaingan karena dinilai belum memberikan perlakuan setara.
Mereka juga menyoroti bahwa ketentuan tersebut dianggap lebih menguntungkan Meta sendiri, yang kini mengembangkan asisten AI internalnya di platform WhatsApp.
Sebelumnya, Meta sempat membatasi penggunaan WhatsApp hanya untuk asisten miliknya pada awal tahun, sebelum kemudian membuka kembali akses bagi pihak ketiga dengan skema berbayar.
Kebijakan itu memicu investigasi lanjutan dari regulator Uni Eropa, yang kini menilai apakah Meta perlu diwajibkan memberikan akses lebih terbuka kepada pesaing di pasar chatbot AI.
Dengan perkembangan ini, persaingan di sektor AI di Eropa diperkirakan akan semakin ketat, terutama terkait akses ke platform besar seperti WhatsApp yang memiliki miliaran pengguna aktif global.



