Pertempuran Sengit di Aleppo, 162.000 Warga Mengungsi - Telusur

Pertempuran Sengit di Aleppo, 162.000 Warga Mengungsi

Warga mengungsi dari lingkungan Sheikh Maqsoud di Aleppo, Suriah. foto aljazeera

telusur.co.id - Pertempuran sengit kembali pecah di kota Aleppo, Suriah utara, setelah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin kelompok Kurdi menolak mundur di bawah gencatan senjata yang diumumkan pemerintah. Situasi ini memaksa lebih banyak warga sipil meninggalkan rumah mereka untuk menghindari kekerasan.

Kepala darurat Aleppo, Mohammed al-Rajab, menyebutkan kepada Al Jazeera Arabic bahwa sebanyak 162.000 orang telah mengungsi dari distrik Ashrafieh dan Sheikh Maqsoud, dua kawasan yang menjadi pusat pertempuran.

Sumber militer Suriah mengklaim bahwa pasukan pemerintah telah membuat kemajuan di Sheikh Maqsoud dan kini menguasai sekitar 55 persen wilayah tersebut. Kantor berita resmi SANA melaporkan bahwa sejumlah anggota SDF ditangkap dalam operasi terbaru yang dilancarkan setelah tenggat waktu bagi pasukan Kurdi untuk meninggalkan daerah itu berakhir.

Kementerian Pertahanan Suriah sebelumnya mengumumkan gencatan senjata pada Jumat pagi, menyusul tiga hari bentrokan yang dipicu kegagalan kesepakatan untuk memasukkan SDF ke dalam struktur negara. Damaskus memberi para pejuang Kurdi waktu enam jam untuk mundur ke wilayah semi-otonom mereka di timur laut, namun dewan Kurdi yang mengelola distrik Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh menolak “penyerahan diri” dan bertekad mempertahankan wilayah yang mereka kuasai sejak awal perang Suriah pada 2011.

Tentara Suriah kemudian memperingatkan akan melanjutkan serangan dan mendesak warga sipil untuk mengungsi melalui koridor kemanusiaan. Serangan artileri dan pesawat tak berawak pun kembali dilancarkan, dengan SDF menuduh pemerintah Damaskus dan milisi afiliasinya melakukan “kejahatan perang” setelah rekaman yang mereka unggah menunjukkan dampak serangan terhadap Rumah Sakit Khaled Fajr di Sheikh Maqsoud.

Pertempuran ini disebut sebagai salah satu yang paling sengit sejak penggulingan mantan Presiden Bashar al-Assad tahun lalu, menandai eskalasi baru dalam konflik berkepanjangan yang terus mengguncang Suriah. [ham]


Tinggalkan Komentar