telusur.co.id - Di tengah krisis politik yang melanda Venezuela, Presiden sementara Delcy Rodríguez mengumumkan langkah diplomatik penting. Ia menyatakan telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Kolombia Gustavo Petro, dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez.
Rodríguez menegaskan bahwa percakapan tersebut berlangsung dalam konteks apa yang ia sebut sebagai “agresi kriminal, ilegal, dan tidak sah” yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Melalui Telegram pada Jumat (9/1), ia menyampaikan bahwa ketiga pemimpin sepakat untuk mendorong agenda kerja sama bilateral yang luas, berlandaskan penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
Dalam pernyataannya, Rodríguez juga mengungkapkan bahwa ia telah menyerahkan laporan rinci mengenai serangan bersenjata yang menewaskan lebih dari seratus warga sipil dan personel militer. Ia menuding Washington melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk terhadap imunitas pribadi Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores, yang ia sebut sebagai “Pejuang Pertama”.
Langkah diplomatik ini menandai upaya Venezuela untuk memperkuat dukungan internasional di tengah tekanan geopolitik yang semakin memanas. Rodríguez, yang kini memegang kendali sementara pemerintahan, berusaha menunjukkan bahwa Caracas tidak sendirian menghadapi krisis, melainkan berupaya membangun solidaritas dengan negara-negara sahabat di Amerika Latin dan Eropa.




