Pigai Tak Laporkan Abu Janda Meski Dihina, Alasannya Sangat Menyentuh - Telusur

Pigai Tak Laporkan Abu Janda Meski Dihina, Alasannya Sangat Menyentuh

Aktivis HAM, Natalius Pigai. (Ist)

telusur.co.idAktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan, kasus ujaran rasisme terhadap dirinya bukan hanya oleh Permadi Arya alias Abu Janda, tapi sudah terlalu banyak dan sudah lama dia alami. Dia mengungkapkan, perlakukan rasis terhadap dirinya sudah terjadi sejak 2016.

"Kalau bicara tentang ujaran rasisme kepada saya, itu sudah terlalu banyak. Pak Abu Janda bukan baru, tapi jauh sebelumnya rasisme itu dilakukan sejak 2016-17. Kalau dihitung-hitung, udah jutaan kali," kata Pigai saat berbincang dalam siaran Inews, Jumat (5/2/21).

Menurut Pigai, hal itu adalah konsekuensi dari perjuangan dirinya membela orang kecil dan lemah.

Seperti diketahui, Abu Janda saat ini tengah menjalani proses hukum di Bareskrim Polri karena diduga telah menghina Natalius Pigai dengan ujaran rasis. Meski kini Abu Janda sudah ditangani polisi, pelaporan tersebut bukan dilakukan oleh Pigai, tetapi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Pigai lantas mengungkap alasan mengapa dia tak mau melaporkan Abu Janda ke Polisi. Katanya, dia kasihan dengan anak, istri, dan orang-orang di belakangnya. Maka itu, amarah lalu dikesampingkan.

“Saya tak menganut asas pemidanaan, saya tak suka memidanakan orang. Kalau dia dipidana yang sulit bukan dia, tapi anak-istrinya, saudara-saudaranya, apalagi dia tulang punggung keluarga. Jadi, terpikir pun tidak untuk memidanakan orang,” terang Mantan Komisioner Komnas HAM ini.

Lebih jauh, Pigai justru tertarik untuk mempelajari apa latar belakang Abu Janda berkata demikian padanya. Termasuk ada siapa di belakangnya. Apakah ada bagian dari power sistem yang ikut bermain, walau Abu Janda tidak masuk secara official.

Pigai menganggap sebenarnya apa yang disampaikan Abu Janda adalah pertanyaan, bukan pernyataan. Baginya, apa yang disampaikan Abu Janda bukanlah pemikirannya sendiri. Pigai mengatakan itu karena dirinya sudah membaca buku Charles Darwin berjudul The Origin of Species, buku Herbert Spencer tentang evolusi sosial dan kebudayaan, serta buku Ketua Partai Demokrat Liberal Rusia, Vladimir Zhirinovsky yang menyatakan dalam bukunya bahwa orang kulit hitam evolusinya belum selesai.

Maka itu, Pigai kemudian bertanya-tanya, sebab tidak mungkin itu bisa keluar dari mulut Abu Janda yang dinilai hanya memiliki referensi terbatas. Sebab itu biasanya keluar dari orang yang punya kemampuan intelijen tinggi.

“Saya jujur ya, pernyataan itu sangat berbahaya. Tetapi saya tak pernah benci, justru dia bertanya. Kalau memang dia bertanya saya tinggal datang ke penelitian molekuler di RSCM, atau ke antropologi ragawi di UGM,” katanya.

Walau begitu, dia memahami jika substansi dari apa yang disampaikan Abu Janda ke Pigai adalah rasisme. Tetapi yang pasti dia bersikeras tak akan melaporkannya ke penjara, walau sebenarnya dia tak suka dengan sikap Abu Janda.

“Saya mikir saja enggak (untuk memenjarakan). Saya memimpin, harga diri saya turun kalau saya melaporkan dia,” ujarnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar