telusur.co.id -Masa Kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai presiden sudah hampir memasuki dua tahun.
Bila ditarik kebelakang saat Di Prabowo menuju kursi orang nomor satu di Indonesia, tidak sedikit para pendukung Prabowo-Gibran, menjadi relawan garda terdepan guna memenangkan Kedua pasangan tersebut.
Namun, muncul pertanyaan saat ini, dikalangan masyarakat, kemanakah para relawan Prabowo saat ini ? Apalagi terkesan hanya sedikit relawan yang berani memasang badan untuk Prabowo, Benarkah isu relawan-relawan tersebut mulai meninggalkan Prabowo ?
Berikut pernyataan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan, menanggapi hal itu.
Menurut Bang Iwan, sapaan akrab H. Kurniawan, selama pilpres berlangsung ada ribuan relawan. Hal itu harus dipahami, bahwa relawan Prabowo itu berasal dari berbagai pihak, yaitu dari relawan Gibran, relawan Jokowi ada relawan aktivis dan terakhir relawan sejatinya Prabowo, yaitu Gerakan Cinta Prabowo atau GCP.
Untuk GCP lanjut Bang Iwan merupakan relawan yang lahir dan besar bersama Prabowo, boleh disebut seperti anak kandung.
Sebagai anak kandung perlakuan layaknya anak tiri terkesan diberlakukan kepada GCP. Selama ini diakuinya yang mendapatkan sesuatu dari kemenangan Prabowo-Gibran dinikmati oleh relawan lain seperti relawan Gibran dan Jokowi dan lainnya.
"Relawan yang dari 3 sumber tadi (di luar GCP), diberikan roti atas kerjanya menjadikan Prabowo presiden. Sementara kami yang berdarah darah sejak awal bersama Prabowo tidak mendapatkan apa apa," ujar Bang Iwan kepada media, Kamis (30/7/2026).
Tapi disinilah sambungnya, kita melihat relawan yang lurus yang ada bersama Prabowo dalam keadaan suka maupun duka. GCP sebagai anak kandung tetap setia dukung Prabowo karena cinta sejati. "Kita dirangkul atau tidak bagi kami tidak ada masalah, karena Prabowo saat ini bapak bangsa, bapak Rakyat Indonesia. Jadi kami tidak mau bebani Prabowo dengan hal yang tidak penting bagi kami," tambahnya.
Diakuinya, GCP saat ini sebagai pengontrol dan pendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran. Gcp akan selalu ada bersama Prabowo, selama Prabowo tetap berpihak kepada rakyat Indonesia. Dan GCP akan tinggalkan Prabowo apabila sudah melupakan rakyat.
"Kami relawan yang paling setia pada Prabowo. Prabowo punya dedikasi loyalitas pada rakyat," jelasnya.
Memang banyak relawan saat ini diam, kecewa dan marah pada situasi, yang memang sengaja diciptakan oleh orang tertentu sehingga Prabowo terkesan jauh oleh relawan. Seolah olah Prabowo meninggalkan relawannya, padahal itulah situasi yang sengaja diciptakan oligarki, mafia. Sehingga kebanyakan relawan meninggalkan Prabowo.
Tetapi GCP selalu bersama Prabowo, akan tetap dukung Prabowo bila tetap untuk rakyat, untuk pemilu selanjutnya.
"Dengan situasi saat ini mana relawan sejati, mana relawan ikut ikutan mana relawan dadakan, ketika mengharapkan sesuatu dan kabur ketika tidak mendapatkan sesuatu.
GCP tidak akan meninggalkan Prabowo berjuang sendri sampai akhir. Kami yakin Prabowo mempunyai visi dan misi untuk rakyat dan negara Indonesia," pungkasnya.



