telusur.co.id - Deretan pohon Tabebuya yang bermekaran di sejumlah ruas utama Kota Depok menghadirkan wajah baru kawasan perkotaan.
Hamparan bunga berwarna kuning dan merah muda kini menghiasi Jalan Juanda, Margonda, Kartini, hingga kawasan Grand Depok City (GDC), menjadi penanda nyata dari program penataan ruang hijau yang dijalankan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.
Fenomena mekarnya Tabebuya tidak hanya mempercantik lanskap kota, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun ruang publik yang lebih nyaman, teduh, dan berkelanjutan.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan, keberhasilan pohon-pohon tersebut tumbuh dan berbunga merupakan hasil dari proses perencanaan serta pemeliharaan yang dilakukan secara berkesinambungan.
"Mekarnya Tabebuya di jalan-jalan utama menjadi bukti komitmen DLHK menghadirkan ruang publik yang tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga memberikan nilai estetika bagi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Depok sebagai kota yang lebih hijau, nyaman, dan berwawasan lingkungan," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Menurut dia, keindahan yang kini dinikmati masyarakat merupakan hasil dari perencanaan lingkungan yang dilakukan secara terukur, mulai dari pemilihan jenis tanaman hingga penempatan pohon di setiap koridor jalan.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, menjelaskan bahwa pemilihan Tabebuya dilakukan berdasarkan kajian teknis yang mempertimbangkan kondisi lingkungan perkotaan.
Dia menyebut, jenis Handroanthus chrysotrichus atau Tabebuya kuning serta Handroanthus heptaphyllus atau Tabebuya merah muda dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap polusi udara maupun suhu panas khas kawasan perkotaan.
"Selain tahan terhadap tekanan lingkungan kota, sistem perakarannya tidak mudah merusak trotoar maupun badan jalan. Tajuknya juga berfungsi sebagai penyerap karbon sekaligus membantu menurunkan suhu di kawasan perkotaan," kata Sakti.
Sakti menambahkan, penanaman Tabebuya merupakan bagian dari implementasi Urban Aesthetics Blueprint atau Blueprint Keindahan Kota yang disusun Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok.
Blueprint tersebut, lanjut dia, menggabungkan aspek estetika, fungsi ekologis, keamanan infrastruktur, serta kenyamanan ruang publik dalam satu konsep penataan kota.
Penempatan Tabebuya di median maupun koridor jalan dirancang untuk memperkuat identitas visual jalan utama sekaligus menciptakan koridor hijau yang lebih tertata.
Keberadaan Tabebuya yang mulai berbunga juga mendapat respons positif dari masyarakat.
"Pemandangannya jadi jauh lebih indah, suasananya terasa lebih sejuk dan nyaman. Semoga pohon Tabebuya bisa semakin banyak ditanam di kawasan perumahan maupun jalan-jalan lainnya," ungkap Meyanda (32), warga Grand Depok City.
Lebih lanjut, DLHK Kota Depok mengajak masyarakat ikut menjaga keberlangsungan program penghijauan tersebut dengan merawat pepohonan, tidak merusak tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Laporan: Malik Sihite



