Takut Akan Kekuatan Iran di Kawasan, Rezim Zionis Pakai Strategi Makar - Telusur

Takut Akan Kekuatan Iran di Kawasan, Rezim Zionis Pakai Strategi Makar

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Foto: Telusur/Dhanis

telusur.co.id -Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia menegaskan bahwa rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) merupakan dalang utama dibalik kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi di Teheran. 

Hal itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di Kediaman Resminya di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026). 

Boroujerdi mengatakan bahwa alasan rezim Zionis menunggangi aksi kerusuhan tersebut dikarenakan mereka tidak menginginkan adanya sebuah negara Islam yang kuat di kawasan Asia Barat.

"Rezim Zionis Israel merupakan pihak yang tidak bisa menyaksikan adanya sebuah negara kuat di kawasan Asia Barat," kata Boroujerdi. 

Oleh karena itu Israel terus berupaya untuk menghancurkan Iran dengan berbagai cara, salahsatunya dengan menunggani aksi demontrasi pada akhir 2025 lalu. 

"Rezim ini tidak ingin adanya negara-negara Islam yang kuat, dan untuk mencapai tujuannya dia melakukan pemecah belahan terhadap negara-negara Islam dan menyebarluaskan hegemoninya," tegasnya.

Selain itu, kekalahan Isarel atas Iran dalam perang 12 hari pada Juni 2025 lalu juga menjadi pemicu rezim Zionis melancarkan strategi pengecut yang menggunakan para teroris dan menggerakkan massa untuk membuat kekacauan dengan tujuan menggulingkan kepemimpinan yang sah di Iran. 

"Dan setelah itu, strategi berikut yang dilancarkan oleh rezim Zionis Israel terhadap negara kami adalah mengupayakan makar dari dalam negara kami, yaitu pertama melalui menciptakan protes dan kerusuhan-kerusuhan di antara masyarakat," pungkasnya. 

Lebih lanjut, Boroujerdi menjelaskan bahwa rezim Zionis berbeda dengan agama suci Yahudi. Menurutnya mereka adalah sebuah gerakan yang sangat berbahaya dengan paham dan tujuan rasisme. 

"Zionisme bukan merupakan agama atau kepercayaan, melainkan gerakan rasis dan mereka tentu dengan menggunakan pendekatan tersebut ingin menguasai sebuah wilayah yang mereka namakan wilayah yang dijanjikan, dan mereka ingin menguasai dunia," ungkapnya. 

"Maka dengan itu kami tidak akan bisa melihat rezim ini menerima sebuah solusi perdamaian maupun genjatan senjata, dan untuk mendapatkan dan mencapai tujuan tersebut, mereka selalu melakukan penyerangan terhadap hampir semua tetangganya," lanjut Dubes Iran itu. 

Lebih jauh, gerakan Zionis kata Boroujerdi, menganggap bahwa mereka adalah kaum terpilih sehingga seluruh negara-negara dunia harus bertekuk lutut kepada dan memberikan jasa serta melayani keinginan mereka. 

"Mereka ingin mencapai tujuan tersebut dan apabila tujuan pertama yaitu Israel yang agung dapat dicapai, maka mereka tidak akan berhenti sampai sana, mereka tentu akan melanjutkan gerakan hegemoninya sampai bisa membuat seluruh masyarakat dunia berlutut kepada mereka," demikian Boroujerdi mengungkapkan.


Tinggalkan Komentar