telusur.co.id - Tim Maung Asri Kota Depok menindaklanjuti 321 dari 353 laporan masyarakat yang diterima sepanjang triwulan II 2026. Berdasarkan rekapitulasi kinerja tim, tingkat penyelesaian laporan mencapai 90,93 persen.
Koordinator Tim Maung Asri, Tri Sakti Anggoro, mengatakan penanganan aduan masyarakat masih didominasi persoalan kebersihan lingkungan dan pemeliharaan fasilitas publik.
Berdasarkan data yang diperoleh telusur, menunjukkan selama April hingga Juni 2026, Tim Maung Asri menutup 47 titik tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Tim juga memberikan edukasi mengenai dampak pembakaran sampah di 136 lokasi sebagai bagian dari upaya mengurangi pencemaran lingkungan.
Di sektor kebersihan, tim menggelar sosialisasi di 19 titik dan operasi bersih di 18 lokasi. Penataan kawasan kota dilakukan melalui perapihan di 51 ruas jalan.
Adapun pada bidang infrastruktur, Tim Maung Asri memperbaiki 30 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam serta memangkas pohon rawan tumbang di 20 titik untuk mengurangi potensi gangguan terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Penutupan TPS liar, edukasi pengelolaan sampah, hingga penataan lingkungan akan lebih berdampak apabila diikuti partisipasi masyarakat," kata Sakti saat dihubungi, Selasa (30/6/2026).
"Kami ingin setiap laporan yang masuk tidak hanya selesai ditangani, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mencegah persoalan yang sama terulang,” lanjut dia.
Data kinerja tersebut menunjukkan penanganan pengaduan masyarakat pada triwulan II 2026 tidak hanya difokuskan pada penyelesaian laporan yang masuk, tetapi juga mencakup langkah-langkah preventif melalui edukasi, penataan lingkungan, dan pemeliharaan fasilitas umum.



