telusur.co.id - Angkatan Bersenjata Yaman telah menyita sebuah kapal Israel dan menahan puluhan awak kapalnya di Laut Merah menyusul peringatan dari gerakan Ansarullah Yaman bahwa pasukan rakyat negara ini akan membidik kapal-kapal Israel yang melintasi perairan teritorial negara tersebut.

52 orang yang berada di kapal itu ditahan dan diinterogasi, dan kewarganegaraan mereka sedang diverifikasi oleh lembaga terkait di Yaman.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin (20/11/23), media Israel mengonfirmasi kepemilikan negara ini atas kapal bernama  Galaxy Leader tersebut, dan menyebutkan seluruh awak kapal telah ditahan oleh angkatan laut Yaman di selatan Laut Merah.

Sehari sebelumnya, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan bahwa pihaknya akan menyasar semua kapal yang dimiliki atau dioperasikan oleh perusahaan Israel atau membawa bendera Israel, dan bahwa tindakan demikian dilakukan demi membela warga Palestina yang sedang didera kebiadaban Israel di Jalur Gaza.

Pemimpin Gerakan Ansharullah, Sayid Abdul-Malik al-Houthi mengatakan pasukan Yaman terus mengawasi setiap kapal Israel di Laut Merah, terutama di Selat Bab el-Mandab, serta perairan teritorial Yaman.

Dia juga menyatakan bahwa Israel “tidak berani mengibarkan benderanya pada kapal-kapalnya di Laut Merah. Mereka berkamuflase dan menunjukkan ketakutan mereka dan efektivitas pendirian kami.”

Yahya Saree  mengatakan bahwa angkatan bersenjata Yaman telah melakukan operasi militer di Laut Merah, yang hasilnya adalah penyitaan Galaxy Leader dan penahanan awak kapalnya.

Saree menekankan bahwa operasi tersebut dilakukan atas arahan pemimpin Ansarullah dan sebagai respons atas tuntutan rakyat Yaman dan berdasarkan “tanggung jawab keagamaan, kemanusiaan dan moral di hadapan rakyat Palestina yang tertindas dan terblokade secara aniaya. ”

“Dengan berlanjutnya pembantaian sadis dan keji yang dilakukan Israel, Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Yaman, dengan pertolongan Allah Swt, melakukan operasi militer di Laut Merah, yang hasilnya adalah penyitaan sebuah   kapal Israel dan membawanya ke pantai Yaman,” terangnya.

Saree memperingatkan lagi bahwa semua kapal milik Israel  “akan menjadi target yang sah”.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman meminta semua negara, yang warga negaranya bekerja di Laut Merah, untuk menahan diri dari bekerja dan beraktivitas dengan kapal Israel.

Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan, pihaknya “akan terus melakukan operasi militer terhadap Israel sampai agresi terhadap Jalur Gaza berhenti, sementara kejahatan keji terus berlanjut hingga saat ini terhadap saudara-saudara Palestina kami di Gaza dan Tepi Barat”.

Saree menyebut entitas Zionis sebagai pihak yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan serta koridor internasional. Dia juga memperingatkan, jika masyarakat internasional menginginkan keamanan dan stabilitas kawasan dan konflik tidak meluas maka mereka harus menghentikan serangan Israel terhadap  Gaza.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa operasi Angkatan Bersenjata Yaman hanya menyasar kapal-kapal milik Israel.

Di pihak lain, pemerintah Israel menyebut penyitaan itu sebagai pembajakan yang didalangi Iran serta merupakan “peristiwa yang sangat serius di tingkat global”. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tidak terlibat dalam kepemilikan kapal, pengoperasian atau susunan awak internasionalnya.

“Ini adalah tindakan terorisme Iran lainnya yang mewakili peningkatan permusuhan Iran terhadap warga dunia, dengan konsekuensi internasional terkait keamanan rute pelayaran global,” ungkap sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor perdana menteri Israel. [Tp]