Aktivis Brasil Tuduh Pasukan Israel Lakukan Kekerasan terhadap Armada Bantuan Gaza - Telusur

Aktivis Brasil Tuduh Pasukan Israel Lakukan Kekerasan terhadap Armada Bantuan Gaza

aktivis asal Brazil dari armada global “Sumud”

telusur.co.id - Ketegangan diplomatik antara Brasil dan Israel kembali memanas setelah sejumlah aktivis Brasil yang tergabung dalam armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza Strip mengaku mengalami kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi saat ditahan pasukan Israel.

Menurut laporan kantor berita EFE, para aktivis dari armada global “Sumud” menuduh tentara Israel melakukan serangan fisik, intimidasi psikologis, hingga pelecehan terhadap para penumpang kapal bantuan yang dicegat di laut.

Salah satu anggota armada, Cássio Pelegrini, mengungkapkan bahwa beberapa tahanan bahkan mengalami kekerasan seksual selama berada dalam tahanan Israel.

Dalam konferensi pers, dokter anak tersebut mengatakan video yang dirilis oleh Itamar Ben-Gvir hanya memperlihatkan sebagian kecil dari perlakuan yang sebenarnya mereka alami.

“Video-video itu hanya menunjukkan sedikit dari perlakuan merendahkan yang kami alami. Bahkan dalam rekaman yang dipilih sendiri oleh mereka, tanda-tanda pelecehan masih terlihat jelas,” kata Pelegrini.

Ia juga menyoroti bahwa perlakuan yang diterima warga asing membuatnya semakin khawatir terhadap kondisi warga Palestina di Gaza.

“Jika Israel memperlakukan warga internasional dengan kebrutalan seperti ini, kita hanya bisa membayangkan apa yang dialami rakyat Palestina setiap hari,” ujarnya.

Setelah video tersebut beredar, pemerintah Brasil langsung memanggil kuasa usaha Israel di Brasília untuk menyampaikan protes resmi atas perlakuan yang dianggap “merendahkan dan menghina” terhadap warga negaranya.

Hubungan diplomatik kedua negara memang terus memburuk sejak pecahnya perang di Gaza. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva berulang kali mengkritik operasi militer Israel dan bahkan menyebutnya sebagai “genosida”.

Pernyataan keras Lula memicu respons tajam dari Israel, yang kemudian menyatakan presiden Brasil tersebut sebagai persona non grata.

Meski menghadapi penahanan dan intimidasi, para aktivis Brasil menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan misi kemanusiaan mereka.

Mereka berjanji akan terus berupaya menembus blokade Gaza dan mengirimkan bantuan bagi warga sipil yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.


Tinggalkan Komentar