telusur.co.id - Aleppo kembali tenang setelah beberapa hari dilanda bentrokan mematikan. Para pejuang terakhir dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi akhirnya meninggalkan kota itu, menyusul kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi secara internasional.
Gubernur Aleppo, Azzam al-Gharib, menyatakan bahwa kota kini “kosong dari pejuang SDF” setelah pasukan pemerintah mengoordinasikan evakuasi mereka dengan bus pada Sabtu malam. Komandan SDF, Mazloum Abdi (Mazloum Kobani), menegaskan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran sekaligus pengamanan evakuasi warga sipil, korban luka, dan para pejuang dari distrik Ashrafieh dan Sheikh Maqsoud menuju wilayah utara dan timur Suriah.
“Kami telah mencapai kesepakatan yang mengarah pada gencatan senjata dan pengamanan evakuasi korban tewas, luka-luka, warga sipil yang terdampar, dan para pejuang dari lingkungan Ashrafieh dan Sheikh Maqsoud ke Suriah utara dan timur,” katanya dalam sebuah unggahan di X.
Abdi menyerukan agar mediator internasional menepati janji mereka, memastikan tidak ada pelanggaran gencatan senjata, serta menjamin kepulangan aman bagi para pengungsi.
“Kami menyerukan kepada para mediator untuk menepati janji mereka untuk menghentikan pelanggaran dan berupaya untuk memastikan kepulangan yang aman bagi para pengungsi ke rumah mereka,” tambahnya.
Pertempuran terbaru di Aleppo berawal dari kegagalan implementasi perjanjian Maret 2025 yang bertujuan mengintegrasikan pasukan Kurdi ke dalam lembaga negara. Batas waktu kesepakatan berakhir pada akhir tahun lalu, sementara SDF menolak meninggalkan wilayah yang mereka kuasai sejak awal perang saudara Suriah pada 2011. [ham]




