Car Free Day Tetap Berjalan saat Ramadan, Ini Penjelasan Pemkot Depok - Telusur

Car Free Day Tetap Berjalan saat Ramadan, Ini Penjelasan Pemkot Depok

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansyur (tengah) saat jumpa pers di Balai Kota Depok, Rabu (18/2/2026).

telusur.co.id - Pemerintah Kota Depok memastikan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda Raya tetap berlangsung selama bulan suci Ramadan. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas mingguan tersebut.

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansyur, dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (18/2/2026). 

"Ya, untuk CFD pada saat bulan Ramadan akan tetap berjalan seperti biasa," ujarnya kepada wartawan. 

Ia juga menegaskan, keputusan mempertahankan CFD bukan tanpa alasan, melainkan hasil pertimbangan matang terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Senada dengan itu, Kepala Kesbangpol Kota Depok, Dudi Miraz, menyebut aspek ekonomi menjadi faktor utama. Menurutnya, ribuan pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang jalur CFD menjadi perhatian pemerintah.

"Terkait Car Free Day tetap berlangsung, karena pemerintah tidak boleh membatasi orang berusaha," tegasnya. 

Meski demikian, Dudi yang juga eks Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) mengatakan, Pemkot Depok memberikan sejumlah catatan untuk menjaga suasana Ramadan tetap kondusif dan menghormati warga yang menjalankan ibadah puasa. 

Imbauan lisan telah disampaikan kepada para pedagang, khususnya penjual makanan dan minuman.

Adapun sejumlah ketentuan yang ditekankan kepada pedagang kuliner selama Ramadan antara lain: tidak menampilkan dagangan secara terbuka, mengutamakan sistem take away hingga menjaga etika dan toleransi. 

Lebih lanjut, Pemkot Depok berharap, kebijakan ini dapat menjaga keseimbangan antara geliat ekonomi lokal dan kekhusyukan ibadah Ramadan, sehingga ruang publik tetap produktif tanpa mengabaikan nilai-nilai toleransi.

 

Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar