telusur.co.id - Tim nasional Maroko kembali menciptakan kisah manis di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti pada babak 32 besar. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Singa Atlas akhirnya menang dari titik putih dan memastikan tiket ke babak 16 besar.
Kemenangan ini membawa Maroko menghadapi Kanada pada fase berikutnya, sementara Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat dari yang diperkirakan.
Belanda sempat berada di atas angin setelah Cody Gakpo membawa Oranje unggul pada babak kedua. Namun, Maroko menunjukkan mental baja dengan menyamakan kedudukan melalui sundulan Issa Diop menjelang laga usai sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat eksekusi penalti penentu dari Ismael Saibari.
Sejak awal pertandingan, pasukan Ronald Koeman menghadapi tekanan besar, tidak hanya dari permainan agresif Maroko tetapi juga atmosfer stadion di Meksiko yang sebagian besar memberikan dukungan kepada Singa Atlas.
Setiap kali Belanda menguasai bola, suara siulan dan cemoohan terdengar menggema dari tribun penonton.
Koeman sendiri membuat keputusan mengejutkan dengan menurunkan lima pemain bertahan sekaligus. Di lini depan, ia mempercayakan tugas mencetak gol kepada Crysencio Summerville, Brian Brobbey, dan Cody Gakpo.
Maroko tampil lebih dominan pada babak pertama dan beberapa kali mengancam gawang Belanda. Kiper Bart Verbruggen menjadi penyelamat Oranje setelah menggagalkan sundulan Neil El Aynaoui dan tembakan keras Achraf Hakimi.
Pertandingan juga diwarnai benturan keras yang melibatkan Jan Paul van Hecke dengan beberapa pemain Maroko, meski bek Belanda tersebut akhirnya mampu melanjutkan pertandingan.
Memasuki babak kedua, Maroko tetap menguasai jalannya pertandingan. Hakimi bahkan nyaris membawa timnya unggul setelah lolos dari pengawalan, namun sepakannya hanya membentur mistar gawang.
Koeman kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst. Pergantian tersebut langsung memberikan dampak.
Melalui serangan balik cepat, Summerville mengirim bola kepada Gakpo yang dengan tenang menaklukkan kiper Yassine Bounou untuk membawa Belanda unggul 1-0.
Ketika kemenangan sudah di depan mata, Maroko justru memberikan pukulan telak pada masa injury time. Umpan silang akurat dari Chemsine Talbi berhasil disambut tandukan Issa Diop yang gagal diantisipasi Verbruggen untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Pada perpanjangan waktu, kedua tim bermain lebih berhati-hati meski Maroko sempat memperoleh peluang emas melalui Soufiane Rahimi. Namun, Verbruggen kembali menunjukkan kualitasnya dengan penyelamatan gemilang.
Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti yang berlangsung penuh ketegangan.
Di bawah tekanan besar, Ismael Saibari tampil sebagai pahlawan setelah sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan Maroko dan memastikan Singa Atlas menang dalam drama adu penalti.
Maroko pun melangkah ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri dan akan menghadapi Kanada, sementara Belanda harus pulang dengan kekecewaan setelah gagal mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir pertandingan.



