telusur.co.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan tidak ada pertemuan G7 yang dijadwalkan berlangsung di Paris pada Kamis (22/1), meskipun sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengunggah pesan di platform Truth Social yang mengklaim berasal dari Macron dan menyebut adanya rencana pertemuan tersebut.
Trump dalam unggahannya menyatakan bahwa Macron mengusulkan pertemuan G7 di Paris pada Kamis sore, setelah Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss. Macron disebut-sebut bahkan menyebut kemungkinan mengundang pihak Ukraina, Denmark, Suriah, dan Rusia “di sela-sela” pertemuan.
Menanggapi hal itu, Macron menegaskan kepada AFP, “Tidak ada pertemuan yang dijadwalkan. Namun, Prancis yang memegang keketuaan bersedia mengadakannya,” saat ditemui di sela-sela WEF di Davos.
Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa Rusia tidak menerima undangan untuk menghadiri pertemuan G7 di Paris. CBS News, mengutip pejabat Gedung Putih, melaporkan bahwa Trump tidak berencana melakukan perjalanan ke Paris. Kanselir Jerman Friedrich Merz juga dipastikan tidak hadir; ia berencana terbang ke Brussel untuk menghadiri KTT informal Uni Eropa, menurut laporan harian Bild yang mengutip sumber dekat pemerintah Jerman.
G7 sendiri merupakan forum informal yang terdiri dari tujuh negara dengan perekonomian maju, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada. Forum ini biasanya membahas isu ekonomi global, perdagangan, dan politik internasional.
Dengan klarifikasi Macron ini, rencana pertemuan G7 di Paris menjadi tanda tanya, sekaligus menegaskan bahwa segala inisiatif resmi tetap berada dalam koordinasi ketua bergilir forum tersebut. [ham]




