Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 Diluncurkan, Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Modernisasi Industri Peternakan - Telusur

Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 Diluncurkan, Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Modernisasi Industri Peternakan

PT Debindo Global Expo (Debindo) resmi meluncurkan Nusantara Livestock and Poultry (NLP) Expo 2026 di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (29/4). Foto: dok. Debindo.

telusur.co.id -Industri peternakan nasional terus bergerak menuju arah yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Debindo Global Expo (Debindo) resmi meluncurkan Nusantara Livestock and Poultry (NLP) Expo 2026 di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (29/4).

Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 4-7 November 2026 di Hall 5, ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, sebagai kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan tahun sebelumnya pada November 2025.

Ajang ini dirancang sebagai platform kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga inovator di bidang peternakan dan unggas. Melalui sinergi tersebut, NLP Expo 2026 diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi dan praktik terbaik guna memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan nasional.

Berbagai inovasi akan ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari teknologi produksi peternakan, sistem kandang dan containment, mesin dan peralatan, teknologi egg farming, pakan dan nutrisi, obat dan vaksin hewan, hingga layanan logistik serta sektor akuakultur dan perikanan. Seluruhnya dihadirkan dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi dengan pendekatan berkelanjutan.

Acara tahunan ini dijadwalkan diikuti oleh lebih dari 100 brand nasional dan internasional yang berpartisipasi. Mereka menampilkan solusi terkini di bidang teknologi peternakan, kesehatan hewan, hingga sistem pengolahan dan cold chain.

Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhammad, menegaskan bahwa penyelenggaraan NLP Expo merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat daya saing industri peternakan nasional.

“Penyelenggaraan pameran ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat daya saing industri peternakan nasional. Kolaborasi lintas sektor yang didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan industri ke depan,” ujar Rafidi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sinergi dengan kementerian, asosiasi, dan mitra strategis diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga distribusi dan hilirisasi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk melangkah lebih maju di sektor peternakan.

“Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi yang menyatukan pelaku dari hulu hingga hilir, mulai dari peternak, penyedia teknologi, hingga industri pendukung. Dengan dukungan inovasi, pengembangan genetika unggul, serta penguatan hilirisasi, saya optimistis sektor peternakan akan semakin kuat sebagai pilar ketahanan pangan nasional,” kata Asrokh.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nuryani Zainuddin, mengapresiasi terselenggaranya pameran ini dan berharap dapat memberikan dampak luas bagi industri.

“Pameran ini diharapkan menjadi platform strategis untuk mendorong kolaborasi, pertukaran informasi, serta pengembangan teknologi di sektor peternakan, sekaligus memperluas akses pasar dan kemitraan usaha secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Tak hanya pameran, NLP Expo 2026 juga menghadirkan berbagai program pendukung, seperti forum diskusi industri, seminar, sesi knowledge sharing, demonstrasi teknologi, hingga business matching. Sejumlah agenda unggulan turut digelar, di antaranya Nusantara Food Summit, IPB Stakeholder Forum, Business Pitching bersama Ditjen PKH, serta Intensive Livestock Bootcamp yang berkolaborasi dengan NusaQu.

Dalam momentum peluncuran, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Debindo dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), GPPU, serta Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kualitas pakan, pembibitan unggas, serta percepatan adopsi inovasi dan teknologi di sektor peternakan.

NLP Expo 2026 juga akan digelar bersamaan dengan Indonesia Agriculture Technology (INDOGRITECH) Expo 2026, sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara sektor peternakan dan agrikultur.

Seiring target Indonesia Emas 2045, sektor peternakan dinilai memiliki peran krusial dalam menjamin ketersediaan protein hewani. Kehadiran pameran ini diharapkan mampu membuka peluang investasi, memperluas jejaring bisnis, serta mendorong industri peternakan nasional menjadi lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan.


Tinggalkan Komentar