telusur.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menghentikan sementara pelaksanaan program wisata keberagaman menyusul meninggalnya seorang peserta usai mengikuti kegiatan tersebut.
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh kegiatan yang belum diberangkatkan hingga proses evaluasi selesai dilakukan.
Keputusan tersebut diambil setelah Sofiah, warga Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, meninggal dunia usai mengikuti program wisata keberagaman yang diselenggarakan Pemerintah Kota Depok.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, mengatakan penghentian sementara merupakan hasil pembahasan bersama jajaran pemerintah daerah serta arahan langsung dari Wali Kota Depok.
"Terkait kegiatan wisata keberagaman ini berdasarkan diskusi kami semalam dan kami sudah mendapat arahan dari bapak Wali Kota Depok, saya meminta kepada seluruh RW di Kota Depok untuk sementara kita tunda dulu kegiatan wisata keberagaman, baik yang belum berangkat," ujar dia saat melayat ke rumah duka, seperti dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Senin (6/7/2026).
Selain menghentikan sementara pelaksanaan program, Pemkot Depok juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan wisata keberagaman, khususnya menyangkut aspek keselamatan dan keamanan peserta.
"Kita akan lakukan evaluasi terhadap kegiatan ini, dari berbagai aspek, terutama dari aspek keamanan," ucap Chandra.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra Rahmansyah yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Depok, Mangguluang Mansyur, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah Sofiah.
Dia menegaskan, Pemerintah Kota Depok menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa peserta wisata keberagaman tersebut, sekaligus memastikan evaluasi dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami turut berduka atas musibah yang mengakibatkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan wisata keberagaman," pungkas Chandra.
Laporan: Malik Sihite



