Persija Old Star Raih Juara Ajang Persahabatan Trofeo Sepak Bola Veteran Kontra Tim Malaysia di JIS - Telusur

Persija Old Star Raih Juara Ajang Persahabatan Trofeo Sepak Bola Veteran Kontra Tim Malaysia di JIS

Persija Old Star (jersey biru) Juara Trofeo Lawan Tim Malaysia dalam acara Piala TYT Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Rustam 2026 di JIS, Kamis (15/7/2026). Foto: Telusur.co.id/Risyad.

telusur.co.id -Persija Old Star keluar sebagai juara dalam sebuah pertandingan trofeo persahabatan bertajuk Piala TYT Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Rustam 2026 di Lapangan Latih JIS, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (16/7/2026) malam.

Tim yang berisikan mantan pemain Persija tersebut menyapu bersih kemenangan atas Persatuan Bola Sepak Melayu Malaysia (Veteran Melayu Malaysia) dan Persija Foundation di Trofeo Sepak Bola Veteran Nusantara.

Dengan keberhasilannya itu, Persija Old Star menerima trofi dan hadiah uang tunai yang tidak disebutkan nilainya. 

Ketua Persija Foundation, Budiman Dalimunthe, menceritakan secara sejarah kegiatan pertandingan persahabatan tersebut sudah beberapa edisi digelar.

Bahkan, laga sepak bola penuh silaturahmi itu diselenggarakan sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia pada 2020.

Pertandingan persahabatan itu kini dijadwalkan akan digelar setiap tahunnya.

Budiman mengatakan, pertandingan seperti ini sudah dilakukan sebanyak lima kali antara pihak Persija dengan tim Veteran Melayu Malaysia. Ia bersyukur ajang silaturahmi ini didukung penuh oleh KONI Jakarta.

"Kami menyampaikan kegiatan ini akan semakin baik apabila tidak hanya melibatkan Malaysia, tetapi juga kota-kota lain dan negara-negara lain," kata Budiman kepada awak media, Kamis (16/7/2026) usai pertandingan.

Ia juga telah mengusulkan agar ajang tersebut tidak hanya diikuti oleh para pesepakbola veteran saja. Para pemain di bawah usia 23 tahun diyakini bisa menambah gengsi dari ajang persahabatan antarnegara tersebut.

"Saya mengusulkan agar nantinya yang bertanding bukan hanya tim veteran, tetapi juga tim usia di bawah 23 tahun," ungkap Budiman.

"Karena untuk pemain profesional sudah ada kompetisi resmi, sementara kelompok usia muda membutuhkan lebih banyak ajang pembinaan," tambahnya.

Budiman Dalimunthe berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahunnya. Ia mengakui ajang ini bisa menjadi awal untuk menggelar sebuah gagasan yang lebih besar di masa depan.

"Karena ini melibatkan Jakarta dan Persija, maka kegiatan seperti ini penting, baik untuk menghargai para legenda maupun memberikan kesempatan kepada pemain muda."

"Harapannya, Jakarta bisa kembali menjadi barometer sepak bola Indonesia," tutur Budiman Dalimunthe. 

Sementara itu, salah satu perwakilan dari Veteran Melayu Indonesia, Mohd Firdaus Bin Mohamed, mengatakan kegiatan ini kerjasama yang sangat baik antara Malaysia dengan Indonesia khususnya Persija.

Ia menilai, tujuan besar dari ajang ini untuk menjayakan satu pertandingan Nusantara.

"Sebenarnya pertandingan Nusantara ini pernah diperkenalkan pada era 1970-an, yang ketika itu dikenal sebagai Piala Marah Halim, Gubernur Medan," kata Mohd Firdaus, kepada awak media.

"Artinya, turnamen ini sudah lama ada, tetapi kini dihidupkan kembali," tambahnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) ini meyakini acara ini bisa digelar lebih meriah dengan mengundang tim ASEAN lain seperti dari Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, hingga Kamboja. Konsep turnamen ini direncanakan berlangsung lebih menarik lagi kedepannya.

"Ya, kami akan membentuk satu Komite Nusantara. Saat ini masih dalam proses pembentukan. Nantinya komite tersebut akan membahas format penyelenggaraan, termasuk menentukan tuan rumah," jelasnya.

"Mungkin akan ada dua atau tiga komite yang dibentuk untuk mengatur pelaksanaan. Bisa saja suatu saat digelar kembali di Jakarta, tetapi semuanya akan diputuskan setelah pembahasan bersama komite yang akan dibentuk," lanjut Mohd Firdaus.

Sementara itu, Presiden Dunia Melayu Islam, Dato Suhaimi Ibrahim, mendukung penuh pertandingan persahabatan itu. Ia sangat mendukung usulan mengembangkan ajang ini ke lebih banyak negara serumpun lainnya.

"Ini merupakan salah satu cara untuk memperkukuh hubungan persahabatan dan budaya antara negara-negara serumpun."

"Saya berharap pertandingan ini menjadi satu tradisi dan agenda tahunan. Sebagai penama, saya mendukung segala usaha kerajaan di Nusantara untuk mempererat semangat persahabatan," tutup Suhaimi.


Tinggalkan Komentar