telusur.co.id - Honda akhirnya mengambil langkah besar untuk mengakhiri masa sulit mereka di dunia balap motor. Setelah bertahun-tahun tenggelam dari persaingan papan atas, pabrikan Jepang itu kini bersiap memulai revolusi baru dengan mendatangkan sosok berpengalaman, Davide Brivio.

Bagi Honda, perekrutan Brivio bukan sekadar proyek untuk membangkitkan performa di MotoGP. Pria asal Italia tersebut disebut akan memegang peran besar di seluruh divisi motorsport HRC, mulai dari MotoGP, Superbike World Championship (SBK), Reli Dakar hingga motocross.

Langkah ini menjadi sinyal jelas bahwa Honda ingin melakukan perubahan total demi kembali menjadi kekuatan dominan di lintasan.

Masa kejayaan Honda memang terasa semakin jauh. Gelar MotoGP terakhir mereka diraih pada 2019 bersama Marc Marquez. Namun setelah kepergian sang juara dunia, performa Honda terus merosot dan kesulitan bersaing di barisan depan.

Situasi di SBK bahkan lebih memprihatinkan. Honda terakhir kali meraih gelar dunia lewat James Toseland pada 2007, hampir dua dekade lalu.

Karena itu, HRC mulai melakukan perombakan besar-besaran. Sebelum Brivio, mereka lebih dulu merekrut Romano Albesiano sebagai direktur teknik dan bahkan dikabarkan berhasil mengamankan Fabio Quartararo untuk musim 2027.

Kini, kehadiran Brivio diyakini bisa menjadi bagian terpenting dari puzzle kebangkitan Honda.

Untuk sementara, kabar resmi baru sebatas perpisahan Brivio dengan tim Trackhouse Racing MotoGP pada akhir musim. Namun paddock MotoGP sudah ramai membicarakan kepindahannya ke Honda.

Di saat yang sama, Alberto Puig juga dikabarkan akan bergeser peran dari manajer tim menjadi konsultan HRC.

Menariknya, Brivio tidak hanya akan fokus pada garasi MotoGP. Ia akan bertanggung jawab atas keseluruhan arah olahraga balap Honda secara global sebuah posisi strategis yang menunjukkan besarnya kepercayaan HRC terhadap kemampuannya.

Pengalaman Brivio memang sulit diragukan. Ia pernah sukses bersama Yamaha pada era emas Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, membawa Suzuki kembali berjaya hingga meraih gelar juara dunia MotoGP, serta sempat menjajal dunia Formula One bersama Alpine.

Pada 2024, Brivio kembali ke MotoGP dan membantu membangun fondasi kuat untuk Trackhouse Racing hingga mampu tampil kompetitif.

Kini tantangan terbesar menantinya bersama Honda. Namun justru di situ letak kekuatan Brivio: ia memahami budaya kerja Jepang sekaligus memiliki sentuhan khas Italia yang kreatif dan fleksibel.

Honda sadar mereka tidak bisa lagi bertahan dengan cara lama. Dan di tengah proyek kebangkitan besar ini, Davide Brivio diyakini bisa menjadi sosok kunci yang membawa HRC kembali berjaya—bukan hanya di MotoGP, tetapi di seluruh dunia balap motor.