telusur.co.id - Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI menggelar rapat koordinasi bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra dari unsur pemerintah, Senin (25/5/2026).
Agenda tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pembukaan rapat, Dasco menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan terlibat dalam percepatan penanganan dampak bencana di wilayah Sumatra.
"Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI dan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra dari pemerintah dalam rapat koordinasi pada hari ini," kata dia.
Dia menjelaskan, forum koordinasi itu membahas perkembangan terbaru kondisi pascabencana di sejumlah daerah terdampak, termasuk evaluasi program rehabilitasi dan rekonstruksi yang sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir.
"Kami juga tadi sudah membahas tentang rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi pemulihan bencana di Sumatera. Dan alhamdulillah anggarannya telah disetujui oleh pemerintah," ucap Dasco.
Selain itu, sambung Dasco, rapat juga membicarakan langkah lanjutan yang akan ditempuh pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan terdampak, khususnya terkait pembangunan hunian tetap bagi masyarakat penyintas.
Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, hingga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari.
Sebelumnya, Satgas PRR Pascabencana Sumatra melaporkan progres pembangunan hunian tetap (huntap) di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data per 11 Mei 2026, sebanyak 357 unit huntap telah selesai dibangun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Jumlah tersebut bertambah 109 unit dibanding capaian pada 8 Mei 2026 yang tercatat sebanyak 248 unit.
Secara keseluruhan, kebutuhan rumah permanen bagi warga terdampak di tiga provinsi mencapai 39.335 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 996 unit masih berada dalam tahap pengerjaan.
Aceh menjadi daerah dengan kebutuhan huntap paling besar mencapai 28.910 unit. Sementara Sumatera Utara membutuhkan 7.601 unit dan Sumatera Barat sebanyak 2.824 unit.
Laporan: Malik Sihite



