Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Baiat Pengurus PBNU Periode 2026–2031

by Hamdani |
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Baiat Pengurus PBNU Periode 2026–2031
Proses baiat pengurus PBNU di Pondok Pesantren Al Hamid, Jakarta Timur.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, memimpin baiat jajaran pengurus PBNU masa khidmat 2026–2031. Prosesi baiat tersebut digelar di Pondok Pesantren Al Hamid, Jakarta Timur.

Baiat ini menjadi ikrar kesetiaan sekaligus peneguhan komitmen para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara.

Dalam arahannya, KH Miftachul Akhyar menjelaskan bahwa baiat merupakan janji setia yang perlu diperbarui dan diteguhkan kembali. Ia meminta seluruh pengurus mengikuti pembacaan ikrar secara bersama-sama sebagai bentuk kesepakatan dan tanggung jawab kolektif dalam menjalankan roda organisasi.

“Semoga setelah dibacakan baiat ini, seluruh pengurus PBNU dapat berjalan secara kolektif kolegial. Semua memiliki langkah dan keputusan yang sama. Karena itu, saya mohon agar kalimat baiat yang saya baca nanti ditirukan bersama-sama,” demikian arahan KH Miftachul Akhyar sebelum prosesi ikrar.

Dalam ikrar tersebut, para pengurus PBNU masa khidmat 2026–2031 menyatakan kesanggupan untuk menjalankan tugas organisasi dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Ada tiga poin utama yang diikrarkan. Pertama, para pengurus siap mengamalkan dan mempertahankan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen, menegakkan kaidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU beserta peraturan jam'iyah NU.

Kedua, para pengurus menyatakan kesiapan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pengurus PBNU masa khidmat 2026–2031 dengan sebaik-baiknya, demi kepentingan umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Ketiga, para pengurus berikrar untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam upaya mewujudkan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, serta peningkatan harkat dan martabat manusia yang diridai Allah SWT.

Prosesi baiat ditutup dengan doa dan harapan agar Allah SWT memberikan kemudahan kepada seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.

Melalui ikrar tersebut, jajaran PBNU diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, menjaga kesatuan langkah, serta menjalankan tanggung jawab organisasi secara kolektif demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa. [ham]

Komentar

Berita Terkait