1.700 Orang Keracunan MBG dalam Tiga Hari, Survei: 44,6 Persen Publik Ingin Program Dihentikan - Telusur

1.700 Orang Keracunan MBG dalam Tiga Hari, Survei: 44,6 Persen Publik Ingin Program Dihentikan

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis/Ist

telusur.co.id - Kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali meluas. Sedikitnya 1.700 siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dalam tiga hari terakhir di sejumlah daerah.

Kasus terbaru terjadi di Lasem, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Sebanyak 752 siswa dan 25 guru mengalami diare dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG berupa ayam bakar.

Sebelum dibagikan, sebagian ayam disebut ditemukan dalam kondisi berlendir. Makanan yang dianggap bermasalah kemudian dipisahkan. Sedikitnya 15 siswa dan guru harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasus serupa juga terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan 664 siswa menjadi korban. Sementara itu, 49 orang dilaporkan mengalami keracunan di Nganjuk dan 237 orang di Agam, Sumatera Barat.

Rentetan kasus tersebut terjadi di tengah melemahnya dukungan publik terhadap keberlanjutan MBG.

Survei Poltracking Indonesia pada Agustus 2026 mencatat 44,6 persen responden menginginkan program MBG dihentikan, lebih tinggi dibandingkan 42,1 persen yang menginginkan program tersebut tetap dilanjutkan.

Masalah kualitas makanan menjadi salah satu alasan utama. Responden menyoroti rasa dan gizi makanan, menu yang dinilai kurang sesuai, hingga kasus keracunan.

Temuan itu menjadi catatan penting karena survei dilakukan sebelum rangkaian kasus keracunan terbaru pada awal September.

Anggota DPR RI Charles Honoris menilai berulangnya kasus tersebut menunjukkan persoalan MBG tidak lagi dapat dianggap sebagai insiden terpisah.

“Ini adalah kegagalan sistem,” tulis Charles melalui akun Instagram pribadinya.

Rentetan kasus ini kembali menempatkan keamanan pangan sebagai persoalan serius dalam pelaksanaan MBG, mulai dari pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Di tengah besarnya anggaran dan luasnya cakupan program, pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan MBG tidak hanya menjangkau banyak penerima, tetapi juga aman dan layak dikonsumsi.


Tinggalkan Komentar