telusur.co.id - Pemerintah Iran memperingatkan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk agar tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah mereka sebagai basis untuk melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran. Teheran menegaskan bahwa setiap serangan balasan terhadap pangkalan militer AS akan menjadi bentuk pembelaan diri yang sah berdasarkan hukum internasional.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis, pemerintah mengecam kebijakan Amerika Serikat yang dinilai melanggar kedaulatan negara lain melalui penempatan pangkalan militer dan pasukan di wilayah asing.
Iran menilai negara-negara, khususnya para tetangganya di kawasan selatan Teluk Persia, memiliki tanggung jawab untuk mencegah Washington memanfaatkan wilayah darat, laut, maupun ruang udara mereka sebagai titik persiapan maupun peluncuran serangan terhadap Iran.
"Serangan defensif Iran terhadap pangkalan militer, fasilitas, dan aset yang digunakan untuk melakukan agresi terhadap Iran merupakan hak yang sah dan melekat berdasarkan hukum internasional serta Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Teheran juga mendesak negara-negara kawasan agar segera mengambil langkah untuk menghentikan penggunaan fasilitas dan wilayah mereka oleh pihak yang disebut sebagai agresor. Menurut Iran, langkah tersebut penting untuk mencegah meluasnya konflik dan menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Selain itu, pemerintah Iran memperingatkan agar negara-negara di kawasan tidak terjebak dalam apa yang disebut sebagai "konspirasi Amerika-Zionis" yang bertujuan menciptakan permusuhan dan ketidakpercayaan di antara negara-negara regional.
Meski mengeluarkan peringatan keras kepada Washington, Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki niat bermusuhan terhadap negara-negara tetangganya.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan keamanan kawasan hanya dapat diwujudkan melalui dialog, saling pengertian, dan kerja sama antarnegeri di Timur Tengah tanpa campur tangan maupun kehadiran militer negara-negara asing.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan sikap Iran yang menolak kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan dan menyerukan terciptanya sistem keamanan regional yang dibangun oleh negara-negara Timur Tengah sendiri.
Sumber IRNA



