IRGC Peringatkan AS-Israel untuk Tidak Bertindak Bodoh Terhadap Iran - Telusur

IRGC Peringatkan AS-Israel untuk Tidak Bertindak Bodoh Terhadap Iran

Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi. Foto Arsip

telusur.co.id -Republik Islam Iran menyatakan siap untuk menanggapi secara tegas setiap tindakan permusuhan yang ditujukan kepada negaranya, dan memperingatkan musuh agar tidak melakukan langkah-langkah yang lebih gegabah. 

Hal itu ditegaskan Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dalam pidatonya di Kongres Nasional yang diikuti 12 ribu anggota IRGC di kota Urmia, barat laut Iran, pada hari Sabtu. 

Vahidi menyatakan bahwa Iran telah berhasil menggagalkan rencana musuh selama agresi AS-Israel selama 12 hari pada bulan Juni 2025 dan kerusuhan di dalam negeri yang didukung musuh-musuh negara itu.

"Sama seperti dalam perang 12 hari dan pemberontakan baru-baru ini, semua rencana musuh untuk mengalahkan Republik Islam Iran selalu gagal," kata Vahidi seperti dilaporkan kantor berita Iran, Presstv. 

Vahidi menegaskan bahwa IRGC siap memberikan perlawanan yang tidak akan pernah dilupakan oleh musuh-musuh Iran. 

"Kami siap memberikan tanggapan yang akan menimbulkan penyesalan terhadap setiap tindakan gegabah oleh musuh bebuyutan bangsa Iran," tegas Vahidi.

Lebih lanjut, Vahidi mengungkapkan bahwa musuh-musuh Iran, telah menderita kekalahan selama perang 12 hari sehingga menggunakan cara dengan menunggangi aksi kerusuhan untuk membuat situasi dalam negeri Iran menjadi kacau. 

Namun, lagi-lali Iran berhasil menggagalkan rencana musuh berka persatuan nasional dan solidaritas rakyat negara negara itu. 

Seperti diketahui, aksi protes ekonomi sporadis yang dimulai pada akhir Desember di Iran segera disusupi oleh elemen-elemen perusuh yang didukung asing yang bertujuan untuk membajak aksi tersebut guna memicu kerusuhan.

Intelijen Iran mengkonfirmasi bahwa unsur-unsur tersebut menerima dukungan intelijen, senjata, dan logistik dari Amerika dan Israel, yang mendorong pasukan Iran untuk menangkap para pemimpinnya dan menyita senjata api, termasuk senjata yang akan dikirim ke ibu kota, Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Amerika akan menggunakan agresi militer terhadap Iran jika Republik Islam tersebut menggunakan kekerasan terhadap para demonstran, seperti yang disebut Trump. 

Sebagaimana diketahui, bahwa tujuan utama Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel adalah untuk melemahkan Iran, merusak kohesi nasional, dan membawa negara itu di bawah pengaruh asing.


Tinggalkan Komentar