telusur.co.id -Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai perwira kepolisian, Komisaris Polisi Arif Faisol Efendi berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Ia resmi diwisuda pada Rabu (22/4), menandai pencapaian akademik di sela tanggung jawabnya sebagai aparat penegak hukum.
Arif, yang lahir di Probolinggo pada 17 Februari 1979 dan besar di Sidoarjo, saat ini bertugas sebagai Auditor di Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Jawa Timur. Dalam tugasnya, ia menangani audit kinerja, khususnya di bidang anggaran dan keuangan serta pengawasan internal kepolisian.
“Motivasi utama saya adalah untuk menunjang profesi sebagai auditor internal,” ujar Arif.
Selain pertimbangan profesional, ia juga memilih Unusa karena sistem pembelajaran yang fleksibel serta lokasi kampus yang dinilai mendukung aktivitas kedinasannya. Metode perkuliahan daring pada sore hingga malam hari menjadi solusi bagi dirinya untuk tetap menjalankan tugas tanpa mengganggu proses studi.
Arif mengakui tantangan terbesar selama masa kuliah adalah ketika tugas dinas mendadak bertepatan dengan jadwal akademik.
“Tantangan terbesar biasanya saat tugas insidentil bertepatan dengan jadwal ujian. Di situ saya harus benar-benar mengatur waktu dan energi,” tuturnya.
Di balik keberhasilannya, dukungan keluarga menjadi faktor penting. Ia mendapat dorongan penuh dari sang istri yang berprofesi sebagai dokter kandungan, serta lingkungan kerja yang turut memberikan dukungan moral.
Pria yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ini menegaskan bahwa perjalanan pendidikannya tidak berhenti pada jenjang sarjana. Ia berencana melanjutkan studi ke tingkat Magister Akuntansi (S2) untuk memperkuat kompetensinya sebagai auditor profesional.
Bagi Arif, akuntansi bukan sekadar bidang ilmu, melainkan bagian penting dalam menunjang profesionalisme kerja. Ia menekankan pentingnya pemahaman akademik dalam setiap pengambilan keputusan, khususnya terkait pengelolaan keuangan.
Lebih dari sekadar pencapaian akademik, kisah Arif menjadi gambaran tentang konsistensi dalam belajar di tengah padatnya tanggung jawab profesi. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan di institusi kepolisian maupun instansi lainnya.
“Sekarang banyak pilihan kuliah fleksibel yang tidak mengganggu jam dinas. Unusa menjadi salah satu pilihan yang sangat baik, tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga membentuk karakter,” ujarnya.
Kisah Arif Faisol Efendi menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu dapat terus berjalan seiring dengan pengabdian profesional, sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan proses berkelanjutan sepanjang hayat.



